Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Expedisi Curug Telu Baturaden Jawa Tengah

Seperti yang Anda tahu bahwa Purwokerto terletak di bawah kaki Gunung Slamet, maka wajar bila banyak terdapat wisata air terjun atau curug. Saking banyaknya, masih ada yang belum terekspose atau bisa diakses dengan mudah untuk masyarakat umum. Nah salah satu yang belum lama tren dan banyak yang penasaran (termasuk saya) adalah Curug Telu – Karangsalam – Baturraden.

Curug telu artinya Air Terjun Tiga, dan memang di lokasi curug telu secara kasat mata terlihat ada 3 air terjun seperti terlihat pada slideshow dibawah ini.

Dari foto-foto diatas terlihat ada 3 curug yang ditengahnya ada jembatan pipa (sepertinya pipa air). Air terjunnya memang tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 10 meter dan saat kami berkunjung debit airnya tidak terlalu banyak sehingga air tidak terlalu deras dan sungainya tidak terlalu tinggi airnya. Bahkan salah satu curugnya seperti malas-malasan menurunkan airnya.

Saat kami berkunjung ke Curug Telu suasananya cukup ramai karena memang pas hari minggu ditambah lagi Curug yang di kelola oleh warga sekitar ini sedang booming. Nampak parkiran motor cukup penuh dan di lokasi curug juga ramai. Diantaranya ada yang bermain di kedung, atau sekedar bermain air, foto selfie dan ada juga yang hanya duduk-duduk menikmati suasananya yang sejuk.

Di sekitar lokasi curug telu sebenarnya ada curug lain yaitu curug pete yang selalu dilewati saat menuju ke lokasi curug telu (pas jembatan beton) dan curug lawang atau sendang bidadari. Dan diluar area curug telu juga ada Curug Moprok yang aksesnya katanya masih susah.


TARIF MASUK DAN RUTE DARI PURWOKERTO KE CURUG TELU – KARANGSALAM

Sebelumnya saya mengira kalau karangsalam yang dimaksud adalah karangsalam yang ada kampus Unwiku itu loh, ternyata bukan heheh. Sama-sama karangsalam sih -_-. Oh iya jika Anda ingin datang ke lokasi Curug Telu – Karangsalam – Baturraden, bisa melalui beberapa akses jalan. Kalo dari Lokawisata Baturraden bisa melewati jalan depan hotel Queen Garden turun ke selatan mungkin sekitar 1Km. Saya dan teman – teman juga lewat situ sih. Soalnya sebelumnya memang dari Curug Ceheng, Telaga Sunyi dan mampir istirahat sebentar di terminal atas.
Jika dari pusat kota Purwokerto, silahkan ikuti rute sesuai foto diatas. Dari Purwokerto ke arah Baturraden, sebelum Gerbang Mandala (kemutug) ada pertigaan belok kanan ikuti saja jalan ini hingga bertemu pertigaan SD Kemutug Kidul belok kanan ikuti penunjuk arah ke Kotayasa / Sumbang. Lalu Anda akan bertemu pertigaan belok kiri ke arah Karangsalam. Ikuti jalan hingga bertemu pertigaan masjid / mushola. Ikuti arah Munggansari / Lok. Baturraden dan ikuti saja jalan ini hingga bertemu Gerbang Curug Telu yang di seberangnya juga ada penunjuk arah.
Jika jalan sebelumnya sudah beraspal dan cukup bagus, memasuki lokasi wisata curug telu jalannya masih tanah berbatu dan sawah di samping kanan kiri. Jalan tanah ini tidak sampai 1km sih tapi harus hati-hati terutama untuk mobil karena tidak terlalu lebar.
Setelah sampai di parkir, Anda akan disambut petugas parkir dan diarahkan ke gerbang / loket tiket masuk yang tarifnya 3 ribu per orang. Sedangkan parkir 2 ribu per motor (mobil gak nanya :D). Di lokasi ada beberapa warung makanan dan minuman jika Anda tidak membawa bekal. Ada toilet dan ruang ganti pakaian dekat kedung pete. Semuanya di kelola oleh warga sekitar dan mohon jika berkunjung tetap menjaga kebersihan yaa…
nb: Video Curug Telu

 

Wisata Curug Cipendok Cilongok Purwokerto Banyumas

Dari galeri foto diatas terlihat genangan air di curug cipendok tidak terlalu tinggi, karena memang debit airnya sedang menipis di akhir musim panas. Foto diatas diambil saat kami berkunjung pada hari Minggu 4 Oktober 2015. Namun meskipun musim panas, suasana di curug cipendok tetap sejuk dan agak berembun. Tarif Tiket, Lokasi dan Rute menuju Curug Cipendok Lokasi wisata Curug Cipendok berjarak sekitar 20-25km dari Purwokerto, bisa di tempuh sekitar 30 menit, bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung keramaian jalan. Paling gampang adalah melalui rute pertigaan Losari yang berada di jalur utama Purwokerto – Ajibarang yang juga merupakan jalur ke pantura Purwokerto – Jakarta. Dari alun-alun atau Jl. Jend. Sudirman lurus ke barat hingga karang lewas terus ikuti sampai melewati pasar cilongok dan masih terus hingga pertigaan loasir seperti pada foto galeri rute berikut.

Dari pertigaan Losari belok kanan / utara dan ikuti terus jalan ini hingga sampai di lokasi Gerbang Wana Wisata Curug Cipendok. Sepanjang perjalanan akan menemui Flyover Rel Kereta Api Karangsari, Tanjakan yang cukup tinggi, peternakan sapi dan beberapa hotel murah mendekati area Curug Cipendok. Oh iya jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi juga bisa menggunakan angkutan umum, setelah turun di pertigaan Losari Anda bisa naik ojek atau minibus Koperades yang bisa di sewa / charter untuk mengantar para wisatawan. Sesampainya di Gerbang Wisata Curug Cipendok Anda akan disambut oleh petugas tiket. Untuk harga tiketnya saat ini Rp. 9.000 per orang. Dari gerbang ini masih melanjutkan perjalanan kurang lebih 1km menuju tempat parkir mobil dan motor. Dan lokasi Curug Cipendok sekitar 500 meter dari tempat parkir melewati jalan setapak.

Oh ya di sekitar lokasi Curug Cipendok juga ada warung makan yang menyediakan makanan baik nasi rames, mendoan, dan beberapa jenis makanan dan minuman lainnya. Sebaiknya tidak usah bawa bekal makanan untuk agar mereka tetap eksis jualannya dan tentunya Anda lebih santai menikmati perjalanannya. Pengunjung juga bisa menemukan pemandu wisata atau petugas jika memerlukan bantuan atau informasi.
Beberapa fasilitas yang ada di sekitar lokasi Curug Cipendok diantaranya Mushola, Tempat bermain anak, cottage, outbond, jogging track dan jungle track. Dekat curug cipendok juga ada curug lain (namanya lupa) namun lokasinya masih susah di akses namun menurut info dari petugas pemandangannya sangat bagus, Pengunjung bisa minta bantuan guide untuk sampai ke lokasi curug ini dengan biaya kalau tidak salah 30 ribu per kelompok. Lokasi lain yang juga cukup menarik adalah Telaga Pucung yang berada sebelum sampai di tempat parkir curug cipendok.
    

Pesona Alam Curug Ceheng Baturaden #Purwokerto Satria

Wisata alam di sekitar Purwokerto dan sekitarnya banyak di dominasi antara air dan pegunungan. Karena memang letak Kota Purwokerto berada di bawah kaki Gunung Slamet. Makanya wajar jika banyak terdapat air terjun, pancuran atau curug. Salah satun yang cukup dekat dari pusat kota adalah Curug Ceheng


Curug Ceheng terletak di tengah hutan atau perkebunan namun tidak jauh dari jalan umum yang sudah teraspal mulus. Berada di desa Gandatapa kecamatan Sumbang, daerah ini berada di ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (DPL). Makanya wajar jika suasananya sejuk dan nyaman untuk bersantai dan refreshing. Tak heran meski tidak sebesar kawasan wisata baturraden, tempat ini menjadi salah satu alternatif wisatawan lokal dan cukup ramai terutama pada hari libur. Bahkan ada yang tidak turun ke lokasi curug, hanya menikmati suasana sekitarnya yang juga memiliki pemandangan yang bagus. Apalagi di dekat area curug juga ada beberapa gazebo meskipun kurang terawat.

Saat kami datang berkunjung, debit air memang sedang tidak terlalu besar karena sudah lama musim panas. Makanya wajar pancuran airnya tidak terlalu besar dan kolam kedung dibawahnya dan sungainya juga tidak terlalu banyak airnya. Saat kami berkunjung cukup ramai yang datang, meskipun yang di foto diatas tidak terlihat banyak namun sebenarnya yang datang bergantian. Dua orang dari team PurwokertoGuidance turun salah satunya Agung yang sedang foto selfie nampak diatas, sedang Babas sibuk mengambil foto sekeliling curug, dan saya tetap diatas (ada rasa merinding di kaki hahahah). Trus ngapain saya di atas curug….

Sebelum turunan ke arah curug, disitu 2 ada penjual makanan dan minuman yang merupakan warga sekitar. Saya memilih menikmati pecel saja deh karena pas dalam perjalanan berangkat kesini memang sudah ada rasa lapar sedikit :D, Kalo di lokasi curug ga ada yang jualan, tapi kata 2 teman saya yang turun ada anak-anak yang jual minuman kemasan sih.


RUTE KE CURUG CEHENG DARI PURWOKERTO

Untuk menuju ke lokasi curug ceheng, menurut kami rute paling gampang adalah lewat UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Dukuhwaluh. Dari UMP ke arah timur hingga perempatan Sumbang (ada tugu, pasar dan polsek) lalu belok kiri ke arah utara dan ikuti terus jalan ini sekitar 10KM, jika ada pertigaan atau perempatan gak usah belok sampai di lokasi gerbang Curug Ceheng. Dari UMP sampai ke curug ceheng akan memakan waktu sekitar 15-20 menit santai. Sedangkan dari pusat kota purwokerto mungkin sekitar 30 menitan. Kondisi jalannya sudah bagus dan mulus.
Sesampainya di gerbang Ceheng Anda akan di sambut petugas tiket dan parkir yang akan mengarahkan Anda. Untuk lokasi parkir sepeda motor persis dibelakang loket tiket, sedangkan parkir mobil masuk dekat lokasi curug. Dari gerbang menuju lokasi cukup dekat koq paling sekitar 300 meter saja. Untuk harga tiket, karena kami menggunakan sepeda motor, 1 motor bocengan dihitung Rp. 7.000 dan kami lupa tidak mencatat tarif untuk mobil atau yang masuk tanpa kendaraan, padahal sudah nanya -_-.
Selepas dari Curug Ceheng kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi wisata lain melewati lokasi peternakan Sapi yang pemandangannya mirip New Zealand katanya sih (hahahah… ), trus menuju Telaga Sunyi, Baturraden dan Curug Telu Karangsalam – Baturraden. Tunggu liputannya yah..






Curug Ceheng.

Birunya Pesona Telaga Sunyi Baturaden #Purwokerto Satira

Dari namanya, Anda pasti sudah membayangkan kalau tempat wisata ini keadaannya sangat sepi dan jauh dari keramaian. Tidak salah, obyek wisata Telaga Sunyi memang agak jauh dari keramaian dan tidak seramai lokawisata baturraden. Berjarak sekitar 2.8 KM dari Lokawisata Baturraden / Terminal ke arah timur dan bisa ditempuh dengan kendaraan mobil/motor sekitar 10-15 menitan.

Cocok untuk menyepi, melepaskan kepenatan sejenak dari kesibukan sehari-hari, Telaga Sunyi Baturraden menyajikan pemandangan alam yang hijau sejuk dan air yang dingin segar. Nampak pada foto dibawah ini pengunjung sedang bersantai dan ada pula yang sedang bermain air atau renang.
Disediakan juga tempat ganti / bilas untuk pengunjung yang habis nyebur. Ada juga mushola. Namun disini tidak banyak penjaja makanan / minuman seperti lokasi obyek wisata pada umumnya, hanya ada beberapa saja.
Selamat berkunjung dan jaga kebersihan….
Dan review video kami di bawah ini

 

Wisata Alam Kebun Raya Baturraden - Jawa Tengah #Purwokerto Satria

Kebun Raya Baturaden berlokasi di area tempat wisata Baturaden, kalau dari kota Purwokerto kurang lebih 14 km, karena saya berangkat dari Banyumas maka diperkirakan 30 km jaraknya, dan kalau ditempuh dengan sepeda motor kurang lebih 1,5 jam dengan kecepatan yang tergolong pelan, karena paling2 saya jalannya mentok di angka 40.

Lokasi tepatnya ada di desa Kemutuk Lor Kecamatan  Baturaden Kabupaten Banyumas, sudah di ketinggian kurang lebih 600 - 700 mdpl. Bagi yang sudah pernah ke wisata Baturaden, posisi Kebun Raya Baturaden belok kanan sebelum pintu masuk Baturaden, yaitu kearah lokawisata Wanawisata. Tiket masuk seharga Rp.10.000,- dan parkir sepeda motor Rp. 3.000,-

Yang punya ide untuk mendirikan Kebun Raya Baturaden adalah Ibu Megawati Soekarno Putri ketika masih menjabat sebagai Wakil Presiden RI tahun 2002, sehingga karenanya yang meresmikan Kebun Raya ini juga beliau pada tanggal 19 Desember  2015. Dan yang melaunching Kebun Raya ini juga Yayasan Kebun Raya Megawati Soekarno Putri. 

Sebenernya sangat tidak nyaman pasang foto2 Kebun Raya ketika itu, tgl 23 Desember 2015, karena ternyata di media massa sudah ada berita terjadinya perusakan taman bunga oleh pengunjung yang pada selfie. Jadi kami kena getahnya juga, dapat nasehat2 dari orang2 bijak agar tidak selfie dan merusak tanaman di sekitar taman. Jleb,,,,sakit rasanya. Pan kami bukan tipe perusak, kami adalah tipe penyayang dan pengagum keindahan alam tulen, gimana ceritanya kalau "ujug2" berubah jadi perusak ????

Baiklah, Kebun Raya Baturaden merupakan wisata edukasi, sangat banyak jenis2 tanaman disini, dari mulai tanaman Liliana, tanaman perdu, tanaman merambat, anggrek bahkan koleksi pohon2an juga banyak. Biasanya Kebun Raya di kelola oleh Pemerintahan Setempat bekerja sama dengan LIPI dan Kementrian Kehutanan.

Dari keseluruhan luas Kebun Raya katanya baru kurang lebih 15% yang diberdayakan sebagai taman, bisa dibayangkan apabila sudah maksimal pengelolaannya, maka tema Kebun Raya sebagai "Pusat Tanaman Pegunungan Jawa" akan terwujud.

Untuk tanaman2 perdunya karena masih baru terlihat belum rimbun benar, juga tanaman anggreknya belum pada berbunga, kemungkinan beberapa tahun kedepan baru akan nampak keindahan yang sempurna.

Rupanya wahana2 yang lain juga sudah dibangun disini seperti wahana permainan anak, rumah pohon dll, namun karena kami sudah kesorean datangnya sehingga tidak sempat mengunjungi area2 itu.

Tepat disebelah Kebun Raya ada jalan menuju lokasi wisata Pancuran 7 Baturaden, kurang lebih 36 km lagi. Biasanya apabila lewat jalan normal di wisata baturaden maka akan ditempuh dengan jalan kaki melewati Pancuran 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7, namun jika lewat Kebun Raya maka kendaraan bisa langsung sampai di Pancuran 7 (tapi saya juga belum mencobanya).

Ketika hendak turun tiba2 ketemu dengan kawan SD, olala, reuni yang tanpa sengaja sungguh berkesan. 40 tahun yang lalu kami sama2 lulus dari SD,,,,,,,ups keceplosan, jadi ketahunan kalau saya sudah tua,,,,,,xixixixi

Jalan2 ke Baturaden jika hanya ke Kebun Raya mungkin kurang puas, maka sebelum keluar dari area Kebun Raya kita bisa menikmati hutan pinus yang ada di sekitar Wana Wisata.  Bahkan jika ingin menginap juga bisa menyewa di Vila Perhutani, saya pernah nginap disini beberapa tahun yang lalu ketika ada acara mudik bareng Warga Banyumas yang ada di Jakarta.

Jika dirasa sudah puas refreshing, apalagi kalau perut sudah keroncongan, maka segeralah turun, karena di area ini belum ada resto2 yang bagus, paling hanya bisa ketemu tukang bakso atau somay bersepeda. Turun ke daerah Pabuaran / sebelum Kampus Universitas Jenderal Soedirman banyak sekali cafe2 dan resto mewah yang bertebaran dikanan kiri jalan. Kami singgah di Lumbung Cafe yang ada dikiri jalan jika dari Baturaden, tepat di depan Pom Bensin Pabuaran. Ada menu nasional ada juga menu Wertern. Kami ber 4 memesan menu seperti yang ada dibawah cukup dengan uang Rp. 200.000,-


 

Berburu Sunrise Di bukit TRANGGULASIH Baturaden Jawa Tengah #Purwoker...

Di masa sekarang ini tiba-tiba banyak bermunculan tempat wisata atau tempat rekreasi di daerah-daerah di Indonesia. Tidak terkecuali di Banyumas, selain muncul beberapa taman rekreasi buatan seperti Andhang Pangrenan, Taman Satria & Balai Kemambang, tempat rekreasi alami pun mulai banyak ditemukan, salah satunya adalah bukit Tranggulasih.

Terletak di Desa Windujaya kecamatan Kedungbanteng Banyumas, tepatnya di RT 03 RW 05, sekitar 15km dari pusat kota. Bukit ini banyak menyita perhatian wisatawan dalam maupun luar kota. Dapat ditempuh dari dua jalur, bisa dari desa Kedungbanteng ke utara lewat gerbang masuk Curug Gomblang, atau bisa juga dari kawasan wisata Curug Bayan (Curug Gede) Baturaden. Hanya dengan membayar tiket masuk parkir senilai Rp. 3000,- saja kita sudah bisa berekreasi sepuasnya ditempat ini.

Masih terletak di kaki gunung slamet, di bukit ini udara terasa asri dan sangat sejuk. Dari bukit ini Anda bisa melihat kota Purwokerto dari ketinggian, tidak hanya Purwokerto, bahkan Purbalingga dan Pemalang pun terlihat dari atas bukit ini. Sungguh, pemandangan yang sangat menakjubkan.
Dari lokasi parkir, membutuhkan waktu untuk memanjat ke bagian atas bukit, tetapi tenang saja tidak terlalu jauh hanya sekitar 200m, tergantung lokasi mana yang akan kita singgahi. Ada 4 Bukit utama di kawasan ini yakni bukit Datar, bukit Cinta Suramenggala, bukit Tinggi, dan bukit Tranggulasih itu sendiri.
Tidak tahu pasti dari mana bukit-bukit itu diberi nama demikian, bahkan asal mula penemuan bukit ini sendiri juga masih simpang siur. Kami mendengar dari penduduk sekitar, dulunya di tempat ini banyak offroader atau crosser (para hobi motor cross atau trail) memacu adrenaline mereka dengan menyusuri bukit ini. Memang terbukti  dengan adanya beberapa jejak ban motor cross yang kami temui di kawasan ini.
Entah benar atau tidaknya tidak terlalu penting, karena kawasan ini benar-benar tercipta dari alam yang merupakan tempat umum dan sangat menakjubkan. Jadi menetapkan siapa penemunya pun tidaklah terlalu penting.
Untuk Anda yang mempunyai hobi camping, lokasi ini sangat cocok sekali untuk menjadi destinasi. Tempatnya pun tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. Bahkan didalam kawasan ini banyak sekali penjual minuman, gorengan, makanan ringan, mi instan, kopi, dan lain sebagainya. Sangat memudahkan Anda jika memerlukan kebutuhan untuk camping atau bermalam di bukit Tranggulasih ini.
Disini Anda bisa menikmati Sunrise dan Sunset dengan pemandangan yang sangat indah. Selain itu pepohonan yang rindang dan udara yang segar sangat cocok untuk berekreasi dan menenangkan diri dari penat. Tempat yang sangat cocok untuk berekreasi akhir pekan untuk semua kalangan. Tidak hanya anak muda, bapak-bapak serta ibu-ibu bahkan anak-anak juga sangat antusias melihat Purwokerto dari atas bukit ini. Seakan tidak mau melewatkan moment begitu saja, para pengunjung pun mengabadikan moment tersebut dengan kamera-nya.
Dan sebagai pengunjung kita juga harus ikut menjaga dan melestarikan keindahan alam Tranggulasih. Cukup dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak apa yang ada di alam tersebut. Kita sudah ikut melestarikannya.
Dan ReView Video kami dan jangan Lupa Subscraibe..